SEJARAH SENTUL SIRKUIT

Awal berdirinya Sirkuit Internasional adalah “Kegilaan” para penggemar otomotif dalam menekuni profesinya, untuk menjadi profesional dalam dunia otomotif. Bakat dan potensi menjadi mentah tanpa sarana penyalurannya.

Bicara tentang sarana, kala itu terlihat jelas bahwa dunia otomotif Indonesia kekurangan sarana untuk mengasah kemampuan dalam memacu prestasi. Di negara sebesar ini hanya ada satu sirkuit, yaitu Sirkuit Ancol. Itupun tidak layak dipergunakan untuk menggelar event – event Internasional. Akibatnya, para pembalap nasional hanya berkompetisi dengan sesamanya. Prestasi mereka tidak dapat dipacu secara optimal.

Maka ketika Sirkuit Ancol harus digusur karena dianggap sudah tidak layak sesuai dengan Master Plan DKI Jakarta maka muncullah impian untuk membangun sebuah sirkuit yang memenuhi persyaratan FIA.

Pilihan jatuh kepada sebidang tanah luas di Desa Sentul seluar 78 hektar. Dari sinilah nama Sirkuit Sentul diperoleh. Dengan panjang 4,12 kilometer, Sirkuit International Sentul diharapkan dapat menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara penyelenggara Event Internasional. Proyek pembangunanpun dimulai pada akhir Januari 1992. Dimana desain dan konstruksi diawasi oleh Badan Keselamatan FIA (Badan Otomotif Internasional). Bahkan John Corsmit, Ketua Keselamatan FIA saat itu, turun tangan langsung mengawasi proyek besar ini.

Kehadirannya sangat vital untuk meraih predikat “Sirkuit Bertaraf Internasional” sebuah persyaratan mutlak untuk dapat menggelar event balap bergengsi bertaraf Internasional, seperti GP 500 dan Formula 1.

Selangkah demi selangkah, impian itu mendekati kenyataan. Pada tanggal 6 Desember 1992, dilakukan Soft Opening Sirkuit Sentul. Grand Opening-nya pada tanggal 22 Agustus 1993.

Sebagaimana diketahui, Grand Opening Sirkuit Sentul ini disemarakan oleh acara Grand Prix Indonesia ’93, dengan acara utamanya Balap Formula Brabham.

Sirkuit Sentul juga mengembangkan area dengan membangun arena Sirkuit Karting dibagian utara, dan sirkuit ini juga telah menyelenggarakan kejuaraan karting tingkat nasional maupun regional.

Setelah diadakan beberapa perbaikan di beberapa bagian sirkuit untuk mencapai standar yang ditetapkan FIA untuk menyelenggarakan balapan seperti A1 Grand Prix, yaitu tingkat 2 (tingkat 1 adalah standar untuk menyelenggarakan balapan sekelas F1) maka sirkuit sentul akhirnya dapat menyelenggarakan A1 Grand Prix selama dua musim (2005-06 dan 2006-07).

About galuhadjah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: